Karya
sastra Melayu klasik merupakan cerminan karya sastra masyarakat lama yang
berkembang dengan bahasa Melayu sampai abad ke-18. Sebagai cerminan masyarakat
lama, karya sastra Melayu klasik, memiliki karakteristik, antara lain sebagai
berikut :
1. Penyebarannya dilakukan secara lisan (oral),
dari mulut ke mulut (diceritakan).
2. Pengembangannya statis, perlahan-lahan, serta
terbatas kepada kelompok-kelompok tertentu.
3. Pengarang umumnya tidak diketahui
(anonim).
4. Berkembang dalam banyak versi akibat cara
penyebarannya yang disampaikan secara lisan.
5. Ditandai ungkapan-ungkapan klise (formulazired).
Misalnya, menggambarkan kecantikan seorang putri dengan ungkapan seperti bulan
empat belas, menggambarkan kemarahan seorang tokoh
dengan ungkapan seperti ulat berbelit-belit atau diawali: Syahdan, Hatta, Pada
suatu hari,Alkisah.
6. Berfungsi kolektif yaitu sebagai media
pendidikan, pelipur lara, protes sosial, dan proyeksi keinginan
terpendam.