Kamis, 14 Maret 2013

Kehidupan Manusia Masa Prasejarah


Masa Kehidupan Manusia Prasejarah 

1. Masa Pleistosen
Manusia prasejarah diperkirakan pertama kali muncul pada masa Pleistosen ini. Pada masa ini terjadi pencairan es (glasiasi) berkali kali. Masa Pleistosen berlangsung hingga 10.000 tahun yang lalu. Bentuk tubuh manusia saat itu juga selalu menyesuaikan dengan perubahan-perubahan alam yang terjadi. Meskipun kemampuan akal dan fisik masih terbatas, manusia prasejarah pada jaman ini harus mencari makan dengan mengandalkan kemampuan fisik dan peralatan yang masih sangat sederhana. Pada saat masa Pleistosen akhir atau disebut juga sebagai masa Holosen, banyak gletser mencair hingga permukaan laut naik. Masa Holosen dimulai sejak 10.000 tahun yang lalu hingga kini. Pada masa Holosen ini tingkat kemahiran manusia semakin
berkembang. Manusia dapat dibedakan dari hewan karena memiliki akal dan berkembang secara bertahap sesuai dengan perkembangan pola pikirnya. Pada kehidupan manusia prasejarah pada masa ini mereka mulai tinggal di gua-gua, lalu mencari makan dengan cara berburu dan bercocok tanam

 2. Masa Holosen
Manusia prasejarah yang hidup di masa Holosen diperkirakan telah menggunakan alat bantu untuk mencari makan dan mempertahankan hidupnya dari serangan binatang buas. Alat-alat bantu ini masih sangat sederhana dan mungkin masih mendekati bentuk aslinya.
Jenis alat-alat yang digunakan manusia prasejarah pada masa ini adalah:
* Batu gumpal-gumpal (kerakal atau serpihan bantu besar)
Ini digunakan untuk menumbuk makanan atau benda. Batuan tersebut dikenal dengan istilah core - tools
* Alat-alat bantu yang terdiri dari batu, kayu, tulang, atau tanduk
Alat-alat ini dibuat dengan cara dipukul-pulul untuk mendapatkan bentuk yang lebih baik. Ada sisi yang dibuat lebih tajam untuk mengiris binatang buruan. Alat ini digolongkan sebagai kapak walaupun bentuknya masih sangat sederhana.
     * Alat-alat bantu yang terbuat dari gumpalan batu
Berbeda dengan core - tools, alat ini telah mempunyai bentuk yang lebih sempurna, lebih kecil, dan dipakai untuk pekerjaan yang lebih ringan, seperti: memotong daging dan membelah tulang.

Pasca masa Pleistosen dan masa Holosen, kehidupan manusia prasejarah masih memenuhi kebutuhan pangannya dengan cara berburu binatang dan mengumpulkan makanan, seperti umbi-umbian, kerang, dll. Kehidupan manusia prasejarah ini diperkirakan muncul sekitar 6.000 tahun sebelum masehi. Susunan tugas pada masa kehidupan manusia prasejarah juga telah tertata sesuai dengan jenis kelamin. Kaum pria berburu, sedangkan kaum wanita mengumpulkan makanan. Begitu pula dalam kehidupan spiritual terutama dalam upacara pemujaan arwah nenek moyang.

Hasil Kebudayaan Kehidupan Manusia Pada Masa Prasejrah

Zaman Batu

1. Zaman Batu Tua
Kapak Genggam : berfungsi untuk menggali umbi, memotong dan menguliti binatang.
Kapak Perimbas : berfungsi untuk merimbas kayu, memecahkan tulang, dan sebagai senjata yang banyak ditemukan di Pacitan.
Alat-alat dari tulang dan tanduk binatang : berfungsi sebagai alat penusuk, pengorek dan tombak. Banyak ditemukan di ngandong. Pendukung kebudayaan ini adalah Homo Wajakensis, dan  Homo Soloensis.
Alat Serpih (flakes) – terbuat dari batu bentuknya kecil, ada juga yang terbuat dari batu induk (kalsedon) : berfungsi untuk mengiris daging atau memotong umbi-umbian dan buah-buahan. Pendukung kebudayaan ini adalah Homo soloensis dan Homo wajakensis

2. Zaman Batu Madya (Mesolithikum)
Pada zaman ini alat-alat dari batu sudah mulai digosok, tetapi masih belum halus. Manusia pendukung  ini adalah homo sapiens, khususnya Papua Melanesoide.
Kapak Sumatra (Pebble) merupakan sejenis kapak genggam yang sudah digosok, tetapi belum sampai halus. Terbuat dari batu kali yang dipecah atau dibelah.
Kjokenmoddinger dari bahasa denmark yang artinya sampah dapur.
Abris Sous Roche adalah tempat tinggal yang berwujud goa-goa dan ceruk-ceruk di dalam batu karang untuk berlindung.
Batu Pipisan terdiri dari batu penggiling dan landasannya. Berfungsi untuk menggiling makanan, menghaluskan bahan makanan.

3. Zaman Batu Baru (Neolithikum)
Peralatan batu pada zaman ini sudah halus karena manusia pendukung sudah mengenal teknik mengasah dan mengupam. Peralatannya antara lain :
-Kapak Persegi adalah kapak yang penampang lintangnya berbentuk persegi panjang atau trapesium. Ditemukan di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi, dan Kalimantan. Sebutan kapak persegi diberikan oleh Von Heine Geldern.
-Kapak Lonjong adalah kapak yang penampangnya berbentuk lonjong memanjang. Ditemukan di Irian, seram, Gorong, Tanimbar, Leti, Minahasa, dan Serawak.
-Kapak Bahu adalah kapak persegi namun pada tangkai diberi leher sehingga menyerupai botol persegi.
-Kapak bahu hanya ditemukan di Minahasa, Sulawesi Utara.
-Perhiasan (gelang dan kalung dari batu indah) ditemukan di Jawa.
-Tembikar (Periuk belanga) ditemukan didaerah Sumatera, Jawa, Meldo (Sumba).
-Pakaian (dari kulit kayu).

4. Zaman Batu Besar (Megalithikum)
Hasil kebudayaannya :
1.Menhir : tugu batu yang didirikan sebagai pemujaan roh nenek moyang memperingati arwah nenek moyang.
2.Dolmen :  meja batu, merupakan tempat sesaji dan pemujaan kepada roh nenek moyang. Ada pula yang digunakan untuk kuburan.
3.Sarchopagus atau keranda : bentuknya seperti lesung yang mempunyai tutup atau ada juga seperti telur dibelah dua.
4. Kubur Batu : peti mati yang terbuat dari batu besar yang masing-masing papan batunya lepas satu sama lain.
5. Punden Berundak : bangunan tempat pemujaan yang tersusun bertingkat-tingkat seperti tangga.
6. Waruga : peti kubur peninggalan budaya Minahasa pada zaman megalitikum. Didalam peti pubur batu ini akan ditemukan berbagai macam jenis benda antara lain berupa tulang- tulang manusia, gigi manuisa, periuk tanah liat, benda- benda logam, pedang, tombak, manik- manik, gelang perunggu, piring dan lain- lain. Dari jumlah gigi yang pernah ditemukan didalam waruga, diduga peti kubur ini adalah merupakan wadah kubur untuk beberapa individu juga atau waruga bisa juga dijadikan kubur keluarga (common tombs) atau kubur komunal. Benda- benda periuk, perunggu, piring, manik- manik serta benda lain sengaja disertakan sebagai bekal kubur bagi orang yang akan meninggal.
7. Arca : patung batu yang menggambarkan tokoh yang berpengaruh pada kehidupan sosial atau bermasyarakat di masa itu.

Zaman Logam

1. Zaman Tembaga
Dari penelusuran para ahli, diketahui bahwa alat-alat dari tembaga ini tidak ditemukan di wilyah asia tenggara, tetapi di wilayah-wilayah benua lain.
2. Zaman Perunggu
Candrasa adalah kapak corong yang satu sisinya memanjang. Candrasa ini biasanya digunakan sebagai tanda kebesaran dan alat upacara saja. Banyak ditemukan di Yogyakarta dan Roti.
Bejana Perunggu : bentuknya seperti periuk tapi langsung dan gepeng. Ditemukan di tepi danau Kerinci dan juga di Madura.
Nekara :genderang dari perunggu yang berfungsi sebagai alat upacara, yaitu ditabuh untuk memanggil arwah/roh nenek moyang. Ditemukan di Jawa, Bali, Roti, Selayar, dan Kei. Nekara terbesar tan ditemukan dibali yang dikenal dengan Nekara Bulan Pejeng. Ada juga nekara berukuran kecil yang disebut dengan Moko dietmukan di daerah Alor. Moko dapat difungsikan sebagai pustaka atau mas kawin. Perhiasan Perunggu, Arca Perunggu.
3. Zaman Besi 
Pada masa ini manusia telah dapat melebur besi untuk dituang menjadi alat-alat yang dibutuhkan, pada masa ini di Indonesia tidak banyak ditemukan alat-alat yang terbuat dari besi.
Alat-alat yang ditemukan adalah :
1.  Mata kapak, yang dikaitkan pada tangkai dari kayu, berfungsi untuk membelah kayu
2.  Mata Sabit, digunakan untuk menyabit tumbuh-tumbuhan
3.  Mata pisau
4.  Mata pedang
5.  Cangkul, dll



Kehidupan Manusia Masa Berburu, Bercocok Tanam dan Perundagian 

a. Masa Berburu dan Meramu
Pada masa berburu dan meramu, keadaan alam masih belum stabil. Manusia hidup secara berkelompok dan jumlahnya tidak terlalu banyak. Mereka selalu erpindah-pindah (nomaden) mencari daerah baru yang dapat memberikan makanan yang cukup. Makanannya diperoleh dengan cara berburu. Daerah perburuan mereka tidak terlalu jauh dari sungai, danau, atau sumber-sumber air yang lain karena binatang buruan selalu berkumpul di dekat sumber air. Peralatan yang digunakan oleh manusia untuk berburu pada waktu itu dibuat dari batu, kayu, maupun tulang-tulang hewan dalam bentuk yang sederhana.

b.  Masa Bercocok Tanam
             Pada masa ini, manusia purba sudah menguasai pengetahuan dan teknologi yang berkaitan dengan usaha pertanian. Mereka juga sudah memiliki kemampuan mengadakan persediaan makanan. Kemampuan ini diikuti juga dengan kemahiran membuat wadah untuk menyimpan persediaan makanan tersebut. Sistem kehidupan manusia pada masa bercocok tanam sudah mulai tinggal menetap di suatu perkampungan. Kebutuhan mereka juga makin luas, misalnya kebutuhan akan makanan dan pakaian. Untuk memenuhi kebutuhan makanan, mereka bercocok tanam dengan cara berhuma, yaitu dengan menebangi hutan dan menanaminya (bercocok tanam sederhana).

c. Masa Perundagian
             Pada masa perundagian, manusia mulai mengenal teknologi pertukangan. Mereka telah mampu mengolah logam, terutama perunggu dan besi. Kemampuan mengolah logam hanya dapat dikerjakan oleh orang yang ahli (undagi). Oleh sebab itu, masa ini dikenal dengan masa perundagian. Masa perundagian merupakan masa perkembangan pesat dari berbagai kemahiran membuat alat. Pada masa ini, telah dikenal sistem perdagangan. Sistem ini berkembang pada awalnya untuk mendapatkan timah putih, bahan utama pembuatan alat-alat perunggu. Alat-alat dari perunggu yang dihasilkan pada masa ini ialah nekara, kapak, bejana, dan arca-arca.

0 komentar:

Poskan Komentar